Sabtu, 05 Agustus 2017

Setelah ini lalu apa?

rabu, 12 juli lalu adalah hari dimana statusku sebagai mahasiswa dipertaruhkan. berbekal sedikit pengetahuan kuberanikan menguji diri dan skripsi yang kutulis dalam kurun waktu satu bulan saja, di depan tiga dosen yang diutus oleh Tuhan. begitulah. hari itu akhirnya kudapat ucapan "selamat anda lulus!".

namun demikian tanggal kelulusanku adalah 24 juli 2017. hari yang begitu hectic karena hari itu juga adalah hari terakhir mengupload persyaratan untuk ikut wisuda periode agustus. untungnya aku tak sendiri melewatinya. bersama teman kami sanggup menyelesaikan hari itu dengan perjuangan hingga detik terakhir kantor akademik buka. 

dan sekarang adalah masa transisiku sebagai mahasiswa dan pengangguran. layaknya sarjana lain yang baru jebol dari universtas manapun, pertanyaanku sama: setelah ini lalu apa? 

katakanlah ketika aku menulis postingan ini aku sedang menunggu saat ku diwisuda. dengan  kata lain aku masih setengah aman, karena layaknya orang berpikir, kalau kelulusan itu adalah saat setelah diwisuda. sekarang mungkin aku masih bisa bernapas agak lega. namun bagaimana setelah wisuda nanti? apa yang akan dan harus kulakukan?

beberapa orang yang beruntung mungkin sudah menemui jawaban. sudah ada perusahaan yang menunggu, atau mungkin universitas bonafide di luar negeri yang menunggu, atau malah jodoh? yang jelas salah satu pun aku tak punya. lalu aku harus bagaimana? 

dunia kerja adalah mungkin yang paling dekat. tapi bagaimana sih dunia kerja itu? bisakah aku bersaing dengan para pencari kerja lain? apa nanti pekerjaanku akan sulit? kira-kira gajinya besar tidak? akh terlalu banyak kemungkinan yang terjadi. rasanya aku belum siap untuk ini. lalu aku harus bagaimana?

saat aku dinyatakan lulus memang ada kelegaan yang luar biasa yang kurasakan. tapi itu tak bertahan lama, kelegaan itu segera berubah menjadi kegelisahan. ya kegelisahan-kegelisahan yang telah kutulis di atas. 

pada kenyataannya semua dari kita harus melewati masa-masa ini bukan. cara Tuhan menuntun kita mungkin berbeda, tetapi kuharap Tuhan tidak cukup tega membuatku lama-lama berada dalam zona abu-abu. entah itu pekerjaan, sekolah atau jodoh? kuharap yang akan ku songsong adalah yang terbaik dan dipilihkan-Nya untuk ku. 

untuk saat ini, terlalu mengkhawatirkan masa depan tidaklah baik. berusaha dan berdoalah jalan terbaik. fighting! :)

ps: postingan ini ditulis sambil dengerin lagu-lagu k-indie yang gw gak tau artinya tapi dengerable banget. 

Selasa, 30 Mei 2017

My Only Goal (at least for now) | My College Life

ye kagak udah dikasih tau ngana-ngana pasti tahulah yaa. hmm. apa? seng tau? haha yaya beta nggak memaksa korang tau semua isi hati beta kok. nih beta kasih tau.

my only goal (at least for now) adalah wisuda bulan agustus 2017. 

men gw udah terlalu lama jadi mahasiswa S1. pengen juga kali naik tingkat jadi mahasiswa S2 atau punya kerjaan yang pada akhir atau awal bulan gw dapet upah. sejujurnya hati ini sedikit miris sih ngeliat temen-temen SMA, atau temen jurusan lain yang udah lulus dari dulu. udah kerja dan pindah2 tempat tinggal, udah S2 bahkan udah mau lulus lagi, sementara gw masih di jogja, masih mahasiswa S1. keliatannya gw bego banget ya? kenyataannya, iya gw bego. tapi gak bego-bego amatlah, buktinya keterima di UGM #halahklise.

my advance goal, adalah yudisium bulan Juni which is sekitar tanggal 22/23 Juni.

tapi ini berat broh. sampai sekarang aja draf belum selesai. seminar kelas belum kelar. hmm. beraatttt pokoknya. tapi usaha dulu aja kan yaaa. 

sebenernya tujuan gw pingin at least pendadaran atau yudisium sebelum lebaran adalah, biar di hari lebaran nanti kalo ada yang rese nanyain, minimal gw udah punya jawaban pasti. :( tapi kalo kenyataannya nanti nggak bisa, yaaa apa boleh buat? tebelin muka dulu aja sama asah kemampuan ngeles. 

sengaja gw menuliskan sedikit-sedikit lika-liku nulis skrips ini di blog. biar suatu saat, pas gw udah sukses gw bisa mengenang masa-masa perjuangan. merdeka!  

Minggu, 21 Mei 2017

Overthinking Lead to Sickness | My College Life

percaya nggak percaya tekanan pikiran bisa membuat kita jatuh sakit. gw awalnya nggak percaya tuh, eh trus kemaren ngalamin sendiri dong. mau nggak mau terpaksa percaya deh. ya walopun masih belum spenuhnya percaya juga.

jadi ceritanya gini..

pada tanggal 20 april yang lalu gw jatuh sakit. nggak nanggung-nanggung, diagnosa dokter mengatakan gw terkena gejala tipes. bukan penyakit yang teramat berat memang, tapi cukup untuk memaksa gw bedrest selama berminggu-minggu.

trus kenapa gw bisa sampai jatuh sakit? setelah gw pikir-pikir apa penyebab gw jatuh sakit, gw tiba pada kesimpulan stres lah yang membuat gw sakit. jadi gw mulai sakit itu tanggal 20 april malam. gw inget banget. nah siangnya gw baru aja menemukan suatu kenyataan pahit. tentu mengenai penelitian gw. ya tadinya gw pikir gw udah kelar penelitian. tapi masih ada yang ganjel di hati gw. ialah data yang gw nggak yakin kebenarannya. curhatlah gw sama mahasiswa S3 yang juga ngelab di lab gw. parahnyaaaa, bukannya membenarkan data gw, doi malah nyalahin metode gw dari yang paling dasar.

dari situlah gw mulai mikir dan akhinya pusing juga. gw mikir banget dong, masa gw ngulang dari awal. berat bray. ya sebenernya nggak berat-berat banget tapi di pikiran gw itu berat bange. dan ya gitu gw akhirnya overthinking yang membawa gw ke sakit kepala beneran.

nggak berhenti di situ, gw malah demam besoknya. padahal rencana awal gw mau langsung curhat gitu ke dosen gw. awalnya gw pikir gw cuma demam biasa, eh taunya sampai berhari-hari bukannya sembuh demam gw malah makin parah. tanggal 23 april, karena gw nggak tahan lagi di pondok ge memutuskan untuk pulang. periksa ke rumah sakit, katanya ada bibit tipes di dalam darah gw.

ya gitu deh sempet diopname juga. jadi gw sakit dan masa penyembuhan itu kira-kira selama 21 hari. nah looo bayangin men gw selama 21 hari itu nganggur dan ninggalin kerjaan di lab yang seharusnya gw udah bisa ngerjain banyak banget bahkan mengulangi ngambil data yang salah itu. nyeseel banget rasanya gw sakit itu. tapi ya apa boleh buat, mungkin emang disuruh istirahat dulu.

sekembalinya gw ke lab, langsunglah gw ngadep ke dosen pembimbing skripsi gw. daaaan apa kata doi? metode gw nggak salah kooook. dooh rasanya gw pengen njambak tuh mbak-mbak S3 yang udah membuat gw overthinking sampai jatuh sakit. euugghh.

setelah sesi curhat itu sungguh plong banget hati gw rasanya. dosen gw akhirnya menyatakan bahwa ge udah kelar penelitian dan tinggal nulis aja. plus arahan beliau buat menyusun skripsi yang ngademin banget. love love lah pokoknya. semoga kisah kita manis di akhir ya pak.

alhamdulilah ya, mulai dari sini gw mulai semangat ngerjain skripsi, tipus, pendahuluan, metode dan pembahasan siap gw tancaap. payahnya, hati gw tetep aja ganjel. salah satu data gw sepertinya nggak relevan, dan gw memutuskan untuk mengulang. tapi dengan hati yang lebih legowo dan nggak overthinking. akhirnya walopun dosen gw bilang udahan gw tetep belum bisa ngerjain pembahasan. ya gw kerjain yang lain dulu emang. dari sini gw ketar-ketir bisa nggak ya pendadaran sebelum lebaran? mengingat data belum selesai dan juga belum seminar kelas.

sekarang, demi lebaran udah punya jawaban kalo ditanya "kapan wisuda?" gw harus semangat ngerjain skripsi dan seminar kelas. semangaaat!

Selasa, 04 April 2017

Babi! Anjing! Bener Buku Animal Farm Ini | Kalender Membaca

ini adalah kali pertama gw membaca buku karangan George Orwell. pas banget pulak gw baca buku yang super best seller nya doi. gw memutuskan untuk beli buku ini awalnya karena emang murah, karena tipis dan lagi diskonan. gw memutuskan untuk membaca buku ini karena dia tipis, jadi harapannya gak terlalu lama mangkrak di rak dan gak gw baca. selain itu juga buku ini banyak direkomendasikan, sebenernya bukan bukunya tapi penulisnya. selain itu juga gw sering tuh nemu quote yang ternyata dari doi. jadi ya gw pikir, baguslah pasti buku-buku doi.

sesuai dengan judulnya cerita di buku berlatar tempat di salah satu peternakan di negeri Inggris. Peternakan Manor merupakan peternakan yang dimiliki oleh Pak Jones. peternakannya cukup sukses namun kerugian yang di derita belakangan membuat Pak Jones menjadi pecandu minuman keras dan malas bekerja.

di peternakan itu ada seekor babi  yang dituakan bernama Major. Major mengaku mendapat mimpi mengenai masa depan para binatang. di dalam mimpinya ia melihat para binatang di masa yang akan datang akan sepenuhnya merdeka dari perbudakan manusia. di dalam mimpinya pula ia melihat para binatag itu dengan lantang menyanyikan lagu Binatang Inggris, yakni lagu yang didengarnya semasa kecil dan kini kembali menguasai ingatannya kembali lewat mimpi itu. ia berkata dengan cara apapun juga dan sampai batas waktu yang tidak ditentukan para binatang akan pasti mencapai kemerdekaan.

tidak lama setelah pidatonya itu Major mati. meninggalkan semangat reformasi di dalam hati masing-masing binatang di peternakan itu. sejak saat itu mereka selalu mengadakan rapat mingguan yang kemudian diakhiri dengan menyanyikan lagu Binatang Inggris. hingga suatu malam karena terlalu bersemangat suara bising mereka sampai ke telinga Pak Jones yang kala itu tengah mabuk. karena berpikir mungkin ada pencuri yang berniat mengambil hewannya  Pak Jones segera mengambil senapan dan menghampiri tempat para binatang itu berkumpul. dan karena mabuk, Pak Jones secara sembarangan menembakkan senapannya.

saat itu juga para binatang yang entah diinisiasi oleh siapa merasa inilah waktu mereka untuk melakukan reformasi. perlawanan yang dilakukan oleh para binatang berhasil membuat Pak Jones mundur dan melarikan diri dari peternakan itu, kelas Pak Jones tidak pernah berhasil kembali lagi ke perternakan miliknya itu.

tahun pertama setelah reformasi hidup para binatang tanpa Pak Jones jauh lebih baik. mereka bahkan mengganti nama Peternakan Major menjadi Peternakan Binatang atau "Animal Farm". namun kehidupan mereka setelah reformasi tidaklah semudah yang mereka bayangkan. peternakan itu kini dipimpin oleh sekelompok babi yang mengaku lebih cerdas daripada binatang lainnya. dan dengan menggunakan kecerdasan mereka itu babi-babi tersebut ternyata memperbudak para binatang yang lain. parahnya binatang lain tidak menyadari hal ini, mereka berpikir bahwa apa yang dilakukan oleh babi-babi itu selalu benar dan untuk kepentingan semua hewan di peternakan. selanjutnya para babi itu dengan bantuan anjing-anjing yang telah mereka pelihara sejak kecil semakin menjadi penguasa di peternakan itu. dan pada akhirnya mereka (para babi) tidak dapat lagi dibedakan dari manusia.

kejadian demi kejadian menguak bagaimana tabiat buruk dan licik si babi membuat hidup mereka nyaman sementara binatang yang lain menderita, mereka juga melanggar dekrit bersama yang telah secara bersama mereka buat pada awal masa reformasi.

novel ini ya bener-bener membuat gw mengumpat Babi! Anjing! selama gw membaca buku ini. dan emang nggak salah sih, tokohnya juga anjing dan babi. tapi yang gw point out di sini adalah pantes aja ya selama ini orang kalo marah, sebel, mangkel, mereka akan mengumpat dengan menyebut dua nama binatang itu. ya karena tabiatnya emang super jelek.


dan sebenarnya novel ini merupakan analogi terhadap situasi politik pada masa itu di Inggris. intinya adalah dunia politik itu nggak beda sama peternakan. isinya 'binatang' semua.

ya gitu deh menurut gw. maaf kalo resensi ini aneh dan nggak profesional. sejujurnya gw nggak ngerti bentuk dari resensi itu gimana. cuma ini aja yang ada di otak gw, jadi gw tulis. 

Jumat, 31 Maret 2017

Walk Two Moons, Story of Sal | Kalender Membaca

beberapa hari yang lalu gw ke perpus, tujuannya sih pingin pinjem buku grammar untuk bahan ajar siswi privat gw. tapi tanpa alasan gw akhirnya ngambil buku lain secara random, bener-bener random. buku ini berbahasa inggris, satu-satunya yang gw perhatiin adalah tulisannya nggak rengket-rengket dan kecil-kecil banget, jadi mungkin gw akan bisa menyelesaikan buku ini. dan pada kenyataannya nggak sampai tiga hari buku ini kelar gw baca.



judulnya Walk Two Moons, merupakan karya dari Sharon Creech. well buku ini nggak menceritakan tentang moon walk-nya mbah michael jackson loh ya. gw rada bingung sebenernya buku ini bergenre apa? mungkin bisa dikatakan sebuah family drama kali ya. konflik yang disuguhkan seputar keluarga, persahabatan, dan percintaan dengan sedikit bumbu misteri.

buku ini ditulis dengan menggunakan sudut pandang orang pertama pelaku utama, Salamanca Tree Hiddle. remaja tanggung berusia 13 tahun. Sal dan ayahnya baru saja pindah dari Bybanks, Kentucky ke Euclid, Ohio. kepindahannya itu berkaitan dengan kepergian ibunya ke Lewiston, Idaho. ibunya berjanji untuk kembali sebelum bunga tulip bersemi, namun bulan demi bulan berlalu, ibunya tidak pernah kembali. ayah Sal merasa dihantui oleh bayang-bayang ibunya di setiap sudut rumah, oleh karena itu ia memutuskan untuk pindah. 


di tempatnya yang baru Sal bertemu dengan Phoeboe Winterbottom, cewek super drama yang yang ditinggal oleh ibunya. di kelas ia jatuh cinta kepada Ben Finney, yang juga menyimpan rahasia terkait ibunya. seiring dengan teka-teki yang tertinggal terkait kepergian Mrs. Winterbottom (ibu Phoboe), Sal menemukan kesamaan antara masalahnya dengan Phoboe. Sal yang tadinya memandang masalahya dengan hanya menggunakan sudut pandangnya mulai mencoba untuk mengerti bagaimana ibunya memandang permasalahan itu. bagaimana perasaan ayahnya atas kepergian ibunya. dan menemukan kesalahan yang mugkin telah dibuatnya yang membuat ibunya pergi, 

dalam salah satu pesan misterius yang mereka temukan di halaman rumah  Phoboe dikatakan:

"Don't judge a man until you walked two moons in his moccasins"



pesan kedua berbunyi:

"In the course of a lifetime, what does it matter?"

demikian pula pesan ketiga dan keempat yang membuatnya berpikir dan mengkaitkan pesan-pesan itu dengan kehidupannya. membuatnya berusaha berdamai dengan keadaan. menerima orang-orang baru di dalam kehidupannya. menemukan sisi lain dari orang yang tidak disangka olehnya sama sekali.

kisah ini ia ceritakan kepada kakek dan neneknya dalam perjalanan mereka ke Lewiston, Idaho. ia berharap bisa menemui ibunya dan membawanya kembali, namun ayahnya berkata " you're is fishing in the air". dalam perjalannya ke Idaho, sebuah tragedi terjadi dan membuatnya harus melanjutkan perjalanan sendiri agar tiba tepat pada hari ulang tahun ibunya. akankah Sal bertemu dengan ibunya? 

hehe biar rasa penasaran gitu, baca sendiri deh. bagus bener deh. 

cara bertutur Shar dalam buku ini pelan namun pasti. di beberapa bagian ada kejutan-kejutan kecil untuk pembaca yang membuat kita ingin terus-dan terus membaca sampai selesai. dan kita juga nggak pernah bisa memprediksi apa yang akan terjadi selanjutnya, juga ending dari cerita ini. 

kemudian gw berpikir, bagus nih buku kalo difilmin. eh pas gw google ternyata udah keluar filmnya! tapi ntah kenapa gw nggak nemu-nemu. trailernya di youtube pun cuma kayak slide gambar-gambar buatan orang. nggak ada yang bener-bener trailer beneran. ada satu video yang nampilin cast-castnya. serius ya kalo ini beneran ada filmnya cast-castnya super kece-kece. 



sekian. maap banget kalo review gw ini apalah. namanya juga newbie.