Selamat Ulang Tahun [Nanda]

Tinggal hitungan detik lagi. Ya Tinggal hitungan detik lagi esok akan datang. Habis sudah hariku. Hari ulang tahunku.

Tak seharusnya aku masih terjaga hingga malam ini. Harusnya malam ku kemarin meriah dan penuh kejutan. Seperti cerita-cerita yang biasa kubaca di novel, teenlit dan sering kali ku tonton di FTV pagi.

Harusnya kemarin malam aku terlelap. Lalu tengah malam akan ada yang membangunkanku. Bernyanyi dan menyuguhkan tart dengan lilin membentuk angka delapan belas. 

Tapi rupanya itu cuma anganku. Nyatanya itu cuma khayalku. Mimpi pun bukan. Aku tidak tidur bagaimana mungkin aku bermimpi.

Jangankan serangkaian kejutan manis. Ucapan selamat ulang tahun pun tak ku terima.

Konspirasi siapa ini? Apakah semua orang melupakanku? Apakah aku berjalan di waktu yang berbeda?

Tinggal hitungan detik lagi. Ya Tinggal hitungan detik lagi esok akan datang. Habis sudah hariku. Hari ulang tahunku.

Aku duduk di sofa kecil di samping ranjang. Rambut sebahuku terurai kusut. Mataku redup. Bau asam menyemburat. Sejak kemarin belumlah aku bersentuhan dengan air.

Kedua tanganku kugunakan untuk memeluk kedua kakiku. Dingin menusuk. Ini tengah malam.

Disampingku sebuah telepon genggam. Sudah low-bat. Beberapa detik lagi genap 24 jam aku menungguinya bergetar.

[ting tong]

Jarum jam tepat mengarah ke angka dua belas. Asaku putus sudah. Lemas kurasakan kaki dan tanganku. Aku tertunduk dalam. Saat...

[rrrrttttt rrrrrrttttt]

Dheg. Ponselku. Bergetar.

[end]

nb: this story inspired by dee's song Selamat Ulang Tahun.

Ribuan detik kuhabisi
Jalanan lengang kutentang
Oh, gelapnya, tiada yang buka
Adakah dunia mengerti?

Milyaran panah jarak kita
Tak jua tumbuh sayapku
Satu-satunya cara yang ada
Gelombang tuk ku bicara

Tahanlah wahai waktu
Ada "Selamat ulang tahun"
Yang harus tiba tepat waktunya
Untuk dia yang terjaga
Menantiku

Tengah malamnya lewat sudah
Tiada kejutan tersisa
Aku terlunta, tanpa sarana
Saluran tuk kubicara

Jangan berjalan, Waktu
Ada "Selamat ulang tahun"
Yang harus tiba tepat waktunya
Untuk dia yang terjaga
Menantiku

Mundurlah, wahai Waktu
Tahanlah wahai waktu
Ada "Selamat ulang tahun"
Yang tertahan tuk kuucapkan
Yang harus tiba tepat waktunya
Dan rasa cinta yang slalu membara
Untuk dia yang terjaga
Menantiku

nb lagi: this story dedicated to my best friend, Nanda.

Komentar