KODE ETIK BERTEMAN

gini ya jadi gw mau cerita.

kemarin gw mengalami kejadian yang sungguh amat sangat memalukan sampai pada level, mending gw lupa ingatan aja lah. karena mengingat kejadian itu sungguh membuat hati gw pedih.  kejadian itu terjadi di depan sekitar 20-25 santri dari sekitar 400 an santri di pondok pesantren tempat gw tinggal. that was only a little piece, i was lucky not everyone seeing me making mistake. gw pingin kalo nggak gw yang lupa ingatan ya mereka yang lupa ingatan. it was very painful. until now.

i was hiding my face all the way to my room. it happened when subuh pray time. rencana selanjutnya adalah gw harus menghindari semua orang supaya nggak ada yang bahas-bahas itu. then i went to laboratory (as usual) early in the morning. i was safe for one whole day. i planned to come back to dorm in magrib pray time, so people dont get any time to talk to me.

i was safe until magrib pray time done. i was in my room talking with my room mates, and then suddenly my friend from room beside mine came. and SHOUT OUT my mistake LOUDLY in front of my friends that doesnt even know about me making mistake. it built triggers on my other friends minds, they became curious.

calmly i said to my friend from room beside mine: i was happy because no one realize my mistake, not even talking bout it, but you suddenly come and broke my heart.

and, innocently she said sorry.

that was the story, my point is, im gonna write it in bahasa indonesia.

seharusnya sebuah pertamanan, atau katakanlah pergaulan antar manusia berotak dan berperasaan memiliki sebuah kode etik. salah satunya adalah ketika u tau teman u abis bikin kesalahan, yang sangat memalukan. dan ini hanya u yang tau. u bisalah kontrol dikit lisan u di depan teman-teman lain yang emang nggak tau soal kesalahan itu. kalo saran gw sih sebagai pihak korban di sini, u nggak usah lah bahas-bahas itu lagi. karena sakit banget gaes rasanya. tapi kalau memang rasa kepo u itu nggak bisa ditahan lagi, ya u bisalah seenggaknya ngomong one to one ke ybs, tanpa harus mempermalukan ybs untuk yang kedua kalinya.

thats it, sebuah kode etik berteman yang sederhana tapi sulit dijalankan.

tapi sebuah renungan datang ke otak gw setelah kejadian dipermalukan untuk yang kedua kalinya oleh teman gw itu. jangan-jangan di waktu lampau gw pernah berbuat hal yang sama ke teman gw (yang gw mungkin lupa), jadi gw kena karma gitu. jadi gw nggak bisa nyalahin temen gw itu sepenuhnya.

at the end, yaudalah. ntar juga lama-lama gw biasa lagi. ya walopun gw yakin gw bakal ingat tragedi itu seumur hidup gw. 

Komentar