Janji Bintang

Bintang gemerlap di langit malam ini. Bertabur bagai pasir dibibir pantai. Bercahaya bagai pijar lampu yang tak mungkin padam.

Nita duduk termenung di bangku taman. Sudah sebulan rutin ia lakukan. Ia hanya duduk. Melawan dinginnya malam yang menggigit. Hanya duduk dan termangu.

Malam ini dia tak cukup bersiap untuk rutinitas nya itu. Berbalut piyama dilapis jaket wol. Lembur di kantornya membuat ia tak punya banyak waktu untuk berdandan.

Bukan. Ia tidak berjanji dengan siapapun. Ya setidaknya ia tidak berjanji pada manusia lain. Tapi ia berjanji menemui jiwa seseorang. Sejak kejadian itu. Ia berjanji akan selalu datang.

Nita masih terpaku. Mengeratkan dekapan tangannya. Malam ini angin bertiup kencang. Meniupkan nama seseorang. Seseorang yang disambangi oleh Nita.

Bayangan Nita terlempar pada kejadian tepat sebulan yang lalu.

Malam minggu itu Nita dijemput oleh Surya. Kekasih hatinya. Tak banyak rencana. Mereka hanya akan menghabiskan malam itu dengan memandangi bintang. Terpilihlah tamab kota berjarak 500 meter dari kontrakan Nita.

Sambil menikmati malam penuh bintang itu. Mereka memilih berjalan kaki dari rumah Nita menuju taman kota.

Sebuah bangku mengarah ke danau. Mereka duduk berdua. Malam itu Nita canti sekali. Memakai cardigan hitam panjang dan rok selutut. Rambut tergerai dengan poni dijepit rapi kesamping. Ah Surya selalu jatuh cinta padanya.

Belum genap enam bulan mereka menjalani hubungan istimewa itu. Namun di dalam hati Surya ada sebersit kemantapan untuk menjadikan Nita sebagai kekasihnya di dunia. Dan dia akhirat kelak. Malam itu Surya akan melamar Nita.

"Kamu tahu kenapa bintang selalu bersinar?"

"Kamu enggak tahu kalau suatu saat bintang juga bisa mati?"

"Tahu dong."

"Berarti bintang nggak selalu bersinar kan?"

"Kamu tahu apa yang selalu bersinar?"

"Kamu."

Mereka tidak tahu malam itu adalah malam terakhir kata-kata manis terucap dari masing-masing.

Berbekal sebuah cincin Surya mengatakan janji sehidup sematinya pada Nita. Berkata akan jadi ayah yang baik untuk anak mereka kelak. Berkata akan berbakti pada orang tua Nita. Dan kata-kata indah lainnya.

Nita menerimanya.

Angin bertiup makin kencang. Bintang tidak lagi gemerlap. Awan hitam pekat menutupi mereka.

Merka pergi bersama Surya dan janjinya pada Nita.

Komentar

  1. salam kenal, kunjungi juga blog kita dong di www.referensiterpercaya.blogspot.com salam kenal....... sukses selalu....

    by: firman ambarita

    BalasHapus

Posting Komentar